Definisi Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif adalah membaca yang bersifat menjangkau secara luas. Dengan membaca ekstensif, Anda tidak semata-mata mengetahui isi teks saja, tetapi Anda juga akan menyerap pengetahuan yang lebih umum atau luas.demikianlah gambaran umum dari membaca ekstensif.

Membaca ekstensif berarti membaca secara luas,.Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks daalam waktu yang sesingkat mungkin. tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara efisien dapat terlaksana.
 Membaca ekstensif ini meliputi pula:
a) Membaca survei.
b) Membaca sekilas.
c) Membaca dangkal

Tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan.

contoh teks bacaan:

Pengertian dan Unsur-unsur Resensi

Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.
Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku.
Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.
Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.

Tugas siswa:
1.bacalah sebuah buku non sastra dan bacalah secara ektensif
2. dari buku tersebut apa saja yang bisa dimaknai serta hal-hal yang bermanfaat melalu membaca ekstensif
catatan: tugas dikumpul lewat e-mail (hayatunnupus21@yahoo.co.id) paling lambat rabu depan.

5 Tanggapan so far »

  1. 1

    evasulviati said,

    Buku Pintar Menulis Karangan Ilmiah: Kunci Sukses dalam Menulis Ilmiah ini mempunyai keunggulan karena disertai contoh-contoh empiris yang diambil dari tulisan ilmiah karya penulis sendiri dan orang lain yang sudah diakui kualitasnya, yang telah dimuat di berbagai jurnal nasional dan internasional, serta melalui buku-buku ilmiah lainnya yang sudah diterbitkan oleh penerbit nasional.

    bu ini tugas eva
    Pintar Menulis Karangan Ilmiah: Kunci Sukses Dalam Menulis Ilmiah
    Jonathan Sarwono
    Penerbit Andi (2010)
    Pintar Menulis Karangan Ilmiah: Kunci Sukses Dalam Menulis Ilmiah
    Halaman 86
    Dimensi 14×21
    ISBN 978-979-29-1259-3
    Berat 0.13 kg
    Pokok bahasan dalam buku ini, antara lain:
    • Sekilas Tentang Tulisan Ilmiah
    • Cara Memulai Suatu Tulisan Ilmiah
    • Tipe-tipe Tulisan Ilmiah
    • Struktur Umum Tulisan Ilmiah
    • Kaidah dan Aturan-aturan Penulisan Ilmiah
    • Beberapa Gaya Penulisan Ilmiah
    • Cara Membuat Abstrak

  2. 2

    Nama: Natalido Pengasih A.M.S
    NPM: A1A008025

    1. ——–
    2. Manfaat membaca ekstensif pada buku non sastra terutama buku best seller.

    Ketika seseorang hendak membeli atau membaca sebuah buku, biasanya akan lebih berminat untuk memilih buku bestseller. Ini tentu merupakan pilihan yang wajar meski bukan berarti pilihan yang bijak karena tidak didasarkan pada pertimbangan yang logis.

    Buku bestseller berarti buku yang terbanyak dibeli orang dalam jangka waktu tertentu dibandingkan dengan buku-buku non bestseller. Nah jika sebuah buku sangat banyak peminatnya, bukankah wajar jika membuat mereka yang belum membacanya menjadi penasaran, kemudian mereka pun terpengaruh ingin membelinya juga.

    Namun membeli sebuah buku semata-mata karena buku tersebut bestseller bukanlah pertimbangan yang rasional, melainkan emosional. Secara logika, bukankah sebagai pembeli kita mestinya memilih buku-buku terbaik untuk kita, bukan buku-buku yang sekadar digemari banyak orang. Jadi label bestseller seharusnya tidak menjadi alasan kuat bagi konsumen untuk membeli. Cukup banyak buku non bestseller yang isinya jauh lebih bagus daripada buku bestseller.
    Best Seller vs Best Book

    Buku dengan penjualan terbaik (bestseller) tidak selalu identik dengan buku terbaik (best book). Bahkan tidak ada korelasi yang kuat di antara keduanya. Memang ada buku bestseller yang sekaligus juga bestbook, namun yang sering terjadi adalah buku bestseller bukanlah bestbook atau sebaliknya. Dengan kata lain sebuah buku menjadi bestseller tidak dengan sendirinya adalah buku terbaik atau bermutu tinggi. Sebaliknya sebuah buku terbaik yang bermutu tinggi tidak dengan sendirinya menjadi buku best seller. Untuk membedakan kedua hal tersebut, kita perlu mengetahui apa yang membuat sebuah buku menjadi bestseller atau bestbook?

    1. Faktor-faktor dominan dari buku bestseller:

    a) Popularitas penulisnya
    Buku bestseller sangat dipengaruhi reputasi penulisnya. Semakin populer seorang penulis, maka semakin mudah baginya untuk menghasilkan buku bestseller.
    b) Materi yang dibahas ringan dan populer.
    Materi buku-buku bestseller biasanya ringan dan populer (trend) sehingga mudah diterima oleh khalayak, khususnya masyarakat yang kurang kritis. Memang ada juga buku bestseller yang meski disajikan secara ringan dan populer, tetapi isinya sangat berbobot, namun ini jarang terjadi.
    c) Promosi yang mengena sasaran.
    Salah satu unsur penting dalam pemasaran adalah promosi. Buku bestseller sebenarnya juga termasuk prestasi pemasaran dari penerbit. Promosi yang mengena sasaran berpotensi mencetak buku bestseller. Setelah sebuah buku menjadi bestseller, label bestseller yang dicantumkan dalam sampul depan buku akan menjadi daya tarik calon pembeli.
    d) Kriteria buku bestseller adalah penjualan buku dari penerbit mencapai jumlah tertentu yang melebihi penjualan buku-buku lain. Jadi jelas, sebuah buku disebut sebagai bestseller bukan diukur dari kualitas isinya, melainkan jumlah penjualannya.
    e) Endorsement
    Endorsement merupakan salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap buku bestseller. Hal ini karena endorsement sering melibatkan pengaruh dari para tokoh populer yang berpengaruh atau mungkin sudah menghasilkan sejumlah buku bestseller. Banyak orang membeli suatu buku karena pengaruh endorsement meski kenyataannya pemberian endorsement cenderung subyektif.

    2. Faktor-faktor dominan dari best book:

    a) Kompetensi penulis
    Untuk menghasil buku yang benar-benar berkualitas, kompetensi penulis sangat menentukan. Kepopuleran bukanlah indikasi kompetensi seseorang. Bisa jadi seorang yang memiliki kompetensi tinggi dalam suatu bidang tetapi kurang populer. Semakin kompenten penulisnya dalam suatu bidang yang ditulisnya, maka semakin berpotensi bukunya menjadi buku terbaik.
    b) Keakuratan isi yang sudah teruji oleh riset
    Isi buku terbaik memiliki keakuratan yang tinggi karena didukung oleh riset penulisnya.
    c) Materi yang dibahas mendalam dan komprehensif
    Materi buku terbaik sering kurang cocok dengan mayoritas selera pasar. Materi buku lebih cocok untuk pembaca yang kritis. Hal ini menyebabkan hanya kalangan tertentu yang berminat membaca buku terbaik.
    d) Ukurannya seberapa besar pengaruh manfaatnya terhadap pembaca. Kriteria dari buku terbaik adalah pengaruh yang ditimbulkannya terhadap pembaca. Semakin bagus suatu buku, semakin mampu memberikan pemahaman yang luas dan mendalam terhadap suatu subyek kepada pembacanya.
    e) Resensi Buku

    Resensi buku biasanya memberikan penilaian terhadap suatu buku secara obyektif. Penulis resensi yang baik akan dengan kritis mengupas baik keunggulan maupun kelemahan suatu buku. Dibandingkan endorsement, resensi buku lebih bisa diandalkan penilaiannya. Jika sebuah buku memang termasuk buku terbaik, penulis resensi yang jeli akan memberikan argumentasi yang kuat terhadapnya.
    Bagi penulis, tentu saja wajar menginginkan bukunya menjadi bestseller. Akan tetapi, bagi pembaca adalah naif membeli sebuah buku semata-mata karena buku tersebut bestseller. Pembaca hendaknya memilih buku-buku terbaik entah itu buku bestseller atau bukan bestseller. Biasanya justru buku-buku terbaik berada dalam golongan buku non bestseller.

    Manfaat Membaca Buku Non Bestseller
    Sebagai seorang penggemar buku, sebagian besar buku-buku koleksi saya adalah non bestseller. Ini bukanlah suatu kebetulan, karena ada sejumlah manfaat yang bisa saya dapatkan dari buku-buku non bestseller. Beberapa manfaat yang bisa saya petik dari membaca buku non bestseller adalah sebagai berikut:

    Pertama, saya bisa menilai isi bacaan lebih obyektif, artinya saya membaca buku itu dengan pikiran yang netral. Jika saya membaca buku bestseller yang bertaburan endorsement, maka saya akan terpengaruh bahwa buku itu pasti bagus. Kenyataannya cukup banyak buku bestseller yang saya baca isinya mengecewakan.

    Kedua, banyak buku terbaik adalah buku non bestseller. Beberapa buku terbaik ketika saya membelinya bukanlah buku bestseller. Pada cetakan berikutnya muncul label best seller. Dalam hal ini buku tersebut menjadi bestseller kemungkinan memang isinya bagus.

    Ketiga, biasanya tema dari buku-buku bestseller adalah yang sesuai dengan selera pasar, atau selera kebanyakan orang. Tidak banyak ide baru yang bisa saya temukan dalam kebanyakan buku bestseller. Saya justru lebih sering mendapatkan ide-ide cemerlang dan menarik ketika membaca buku-buku non best seller.
    Keempat, dengan membaca atau membeli buku non best seller, saya mendidik diri sendiri untuk memilih buku secara obyektif. Memilih buku secara obyektif adalah:

    • tidak menilai buku dari sampulnya
    • tidak menilai buku dari endorsement yang tertera di buku tersebut
    • tidak menilai buku dari bestseller tidaknya buku tersebut.
    Nilailah sebuah buku dari:
    • apakah isinya berbobot, bermanfaat dan cocok untuk saya terapkan?
    • apakah penulisnya kompeten (bukan populer)?
    • apakah harganya sesuai dengan kualitas buku tersebut?

    Kelima, saya biasanya lebih mudah mendapatkan bestbook di antara buku-buku non bestseller daripada buku-buku bestseller. Ini merupakan pengalaman saya beberapa puluh tahun sebagai pembaca, penjual, dan kolektor buku.

  3. 3

    fitribiftz said,

    Nama: Fitri Suprianti
    NPM: A1A008020

    1.
    2. buku: Peristiwa dalam Bulan Rabi’ul Awwal

    Pengertian

    Bulan Rabi’ul Awwal bermaksud bulan bermulanya musim bunga bagi tanaman. Mengikut kebiasaannya di Tanah Arab, sewaktu bulan pokok buah-buahan mula berbunga dan seterusnya berbuah. Maka nama bulan ini diambil sempena musim berbunga tanaman mereka. Dan setelah kedatangan Islam,
    Rasulullah s.a.w telah mengekalkan nama Rabi’ul Awwal ini sehinggalah sekarang.

    Peristiwa-Peristiwa Penting

    Ada banyak peristiwa penting yang telah dicatatkan oleh sejarah jatuh bangunnya tamadun Islam di dalam bulan Rabi’ul Awwal ini dan antaranya ialah:

    1. Kelahiran junjungan besar kita, Muhammad Rasulullah s.a.w

    Mengikut sumber-sumber mengatakan bahawa nabi lahir pada 12 Rabi’ul Awwal tahun gajah bersamaan 23 April 571M. Ini adalah sumber yang masyhur dan menjadi amalan umat Islam di Malaysia mengadakan sambutan Maulidur Rasul pada 12 Rabi’ul Awwal di setiap tahun sehinggalah sekarang. Walau bagaimanapun ada sumber yang lain mengatakan bahawa Nabi s.a.w lahir pada 9 Rabi’ul Awwal tahun Gajah.

    2. Perlantikan Nabi Muhammad s.a.w menjadi Rasul

    Dalam bulan Rabi’ul Awwal inilah Nabi s.a.w diangkat menjadi Rasul. Ketika ini Nabi s.a.w berumur 40 tahun. Maka dengan ini bermulah dakwah Baginda secara rasmi di Makkah al-Mukarramah.

    3. Hijrah Rasulullah s.a.w

    Tarikh Hijrah adalah tarikh tibanya Rasulullah di Madinah al-Munawwarah pada ketika itu di sebut Yatsrib. Rasulullah sampai di Quba’ pada hari Isnin 8 Rabi’ul Awwal dan Baginda sampai di Kota Madinah pada hari Jumaat 12 Rabi’ul Awwal dan Baginda menunaikan solat Jumaat yang pertama.

    4. Berlakunya Peperangan

    Banyak peperangan yang telah terjadi pada zaman Rasulullah s.a.w di antara tentera Islam dan tentera kuffar. Antara peperangan yang berlaku dalam bulan Rabi’ul Awwal ialah peperangan Safwan (Badar pertama), Bawat, Zi Amar (Ghatfan), Bani An-Nadhir, Daumatul Jandal dan peperangan Bani Lahyan.

    5. Wafatnya junjungan besar kita, Muhammad Rasulullah s.a.w

    Rasulullah s.a.w telah wafat pada hari Isnin 12 Rabi’ul Awwal 11H bersamaan 7 Jun 632M. Baginda s.a.w wafat di rumah isterinya Aisyah r.a dan dikebumikan di Madinah al-Munawwarah.

    6. Abu Bakar r.a menjadi Khalifah

    Pada hari Rasulullah s.a.w wafat, para sahabat tidak mahu menangguh urusan pentadbiran kerajaan dan segera membai’ah Saidina Abu Bakar r.a di Dewan Bani Sa’idah. Ini adalah kerana urusan pentadbiran negara tidak boleh terhenti walau seketika dan ia adalah nadi sesebuah kerajaan. Sebahagian sahabat pula menguruskan pengkebumian jenazah Rasulullah s.a.w yang diketuai oleh Saidina Ali r.a.

    7. Pembukaan Iraq

    Tentera Islam yang dipimpin oleh Khalid Ibni Walid r.a telah memasuki Iraq dan bermulalah pemerintahan Islam di bumi Iraq pada zaman Saidina Abu Bakar r.a.

    8. Pembukaan Baitul Muqaddis

    Salahuddin al-Ayubi telah memimpin tentera Islam menewaskan tentera Salib dan seterusnya membuka pintu bagi pembukaan Baitul Muqaddis pada tahun 583H.

    9. Kejatuhan Empayar Kerajaan Islam Sepanyol

    Kubu terakhir tentera Islam di Andalusia telah ditumbangkan oleh tentera Sepanyol yang dipimpin oleh Ferdinando dan Isabella pada tahun 897H. Bermulalah kemusnahan tempat-tempat bersejarah warisan umat Islam, masjid-masjid ditukar menjadi gereja dan muzium dan tiada lagi suara azan di negara tersebut.

  4. 4

    ni tugas litra,
    10 Malam Terakhir Ramadhan: Marilah Kita Berusaha

    Kita semua mengetahui keutamaan malam Lailatul Qadar. Namun, tahukah kita bilakah malam tersebut akan tiba? Apakah tanda-tanda malam tersebut tiba? Insya’ Allah, mudah-mudahan kita dirahmati Allah untuk mendapat malam yang kelebihannyanya lebih baik daripada 1000 bulan. Masya’ Allah…

    Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta‘ala atas pelbagai nikmat yang Dia berikan. Solawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad sollallahu ‘alaihi wa sallam, keatas keluarganya dan para pengikutnya.

    Marilah Kita Berusaha di 10 Hari Terakhir Ramadhan

    Rasulullah s.a.w bersungguh-sungguh menghidupkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan berbagai-bagai amalan ibadah melebihi waktu-waktu lainnya. Sebagaimana isteri baginda, ‘Aisyah r.a berkata:

    Ertinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.

    (Riwayat Muslim)

    ‘Aisyah r.a juga mengatakan,

    Ertinya: Apabila Nabi s.a.w memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengetatkan sarungnya (untuk menjauhi para isteri baginda dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.

    (Riwayat Bukhari & Muslim)

    Maka, renungkanlah apa yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w.! Baginda tidak mengisi hari-hari terakir Ramadhan dengan berbelanja di pusat-pusat membeli-belah untuk persiapan Syawal seperti yang kebanyakan masyarakat kita lakukan. Baginda dengan bersungguh-sungguh melakukan ibadah solat, membaca Al Qur’an, zikir, sedekah dan bermacam-macam ibadah lagi. Mengapa kita tidak jadikan amalan Rasulullah itu sebagai ikutan?? Ingatlah… Ramadhan akan datang belum tentu akan dapat kita jengah…!!

    AddThis
    Kaedah Menunaikan Solat Hajat

    Jika ada suatu hajat atau maksud yang penting bo­lehlah dikerjakan solat Hajat pada waktu lepas te­ngah malam yang sunyi. Solat hajat boleh dilakukan pada bila-bila masa sama ada malam atau siang de­ngan pakaian yang bersih, dengan hati yang tenang ser­ta khusyu‘ ke hadrat Allah s.w.t. Terdapat pelbagai kaedah mengerjakan solat Hajat. Antaranya seperti berikut:

    1. Lafaz niatnya:

    Maksudnya: Sahaja aku solat sunat Hajat dua ra­ka‘at kerana Allah Ta‘ala.

    2. Surah yang dibaca:

    * Selepas Fatihah pada raka‘at yang per­tama dibaca surah al-Kafirun 10 kali.

    * Selepas Fatihah pada raka‘at yang kedua dibaca surah al-Ikhlas 10 kali.

    3. Sebelum memberi salam semasa dalam sujud membaca:

    * Selawat ke atas Nabi dan keluarganya 10 kali.

    * Tasbih 10 kali.

    * Membaca ayat di bawah 10 kali.

    * Selepas ini terus berniat apa-apa yang dihajatinya setelah selesai barulah bangun daripada sujud lalu membaca tahiyyat akhir dan salam serta baca doa.

    4. Satu cara lain yang lebih ringkas iaitu di da­lam sujud akhir sebelum duduk membaca ta­hi­yat akhir dibaca sebanyak empat puluh satu kali tasbih berikut:

    Maksudnya: Tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Engkau, Maha Suci Engkau (Ya Allah) sesungguhnya aku adalah daripada orang yang melakukan kezaliman.

    *Kemudian selepas selesai membaca tasbih di atas terus memohon sebarang hajat di dalam hati sebelum duduk membaca tahiyyat akhir.

  5. 5

    Nama: wiwiet damai lestari
    NPM: A1A008040

    1. ——–
    2. Manfaat membaca ekstensif pada buku non sastra terutama buku best seller.

    Ketika seseorang hendak membeli atau membaca sebuah buku, biasanya akan lebih berminat untuk memilih buku bestseller. Ini tentu merupakan pilihan yang wajar meski bukan berarti pilihan yang bijak karena tidak didasarkan pada pertimbangan yang logis.

    Buku bestseller berarti buku yang terbanyak dibeli orang dalam jangka waktu tertentu dibandingkan dengan buku-buku non bestseller. Nah jika sebuah buku sangat banyak peminatnya, bukankah wajar jika membuat mereka yang belum membacanya menjadi penasaran, kemudian mereka pun terpengaruh ingin membelinya juga.

    Namun membeli sebuah buku semata-mata karena buku tersebut bestseller bukanlah pertimbangan yang rasional, melainkan emosional. Secara logika, bukankah sebagai pembeli kita mestinya memilih buku-buku terbaik untuk kita, bukan buku-buku yang sekadar digemari banyak orang. Jadi label bestseller seharusnya tidak menjadi alasan kuat bagi konsumen untuk membeli. Cukup banyak buku non bestseller yang isinya jauh lebih bagus daripada buku bestseller.
    Best Seller vs Best Book

    Buku dengan penjualan terbaik (bestseller) tidak selalu identik dengan buku terbaik (best book). Bahkan tidak ada korelasi yang kuat di antara keduanya. Memang ada buku bestseller yang sekaligus juga bestbook, namun yang sering terjadi adalah buku bestseller bukanlah bestbook atau sebaliknya. Dengan kata lain sebuah buku menjadi bestseller tidak dengan sendirinya adalah buku terbaik atau bermutu tinggi. Sebaliknya sebuah buku terbaik yang bermutu tinggi tidak dengan sendirinya menjadi buku best seller. Untuk membedakan kedua hal tersebut, kita perlu mengetahui apa yang membuat sebuah buku menjadi bestseller atau bestbook?

    1. Faktor-faktor dominan dari buku bestseller:

    a) Popularitas penulisnya
    Buku bestseller sangat dipengaruhi reputasi penulisnya. Semakin populer seorang penulis, maka semakin mudah baginya untuk menghasilkan buku bestseller.
    b) Materi yang dibahas ringan dan populer.
    Materi buku-buku bestseller biasanya ringan dan populer (trend) sehingga mudah diterima oleh khalayak, khususnya masyarakat yang kurang kritis. Memang ada juga buku bestseller yang meski disajikan secara ringan dan populer, tetapi isinya sangat berbobot, namun ini jarang terjadi.
    c) Promosi yang mengena sasaran.
    Salah satu unsur penting dalam pemasaran adalah promosi. Buku bestseller sebenarnya juga termasuk prestasi pemasaran dari penerbit. Promosi yang mengena sasaran berpotensi mencetak buku bestseller. Setelah sebuah buku menjadi bestseller, label bestseller yang dicantumkan dalam sampul depan buku akan menjadi daya tarik calon pembeli.
    d) Kriteria buku bestseller adalah penjualan buku dari penerbit mencapai jumlah tertentu yang melebihi penjualan buku-buku lain. Jadi jelas, sebuah buku disebut sebagai bestseller bukan diukur dari kualitas isinya, melainkan jumlah penjualannya.
    e) Endorsement
    Endorsement merupakan salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap buku bestseller. Hal ini karena endorsement sering melibatkan pengaruh dari para tokoh populer yang berpengaruh atau mungkin sudah menghasilkan sejumlah buku bestseller. Banyak orang membeli suatu buku karena pengaruh endorsement meski kenyataannya pemberian endorsement cenderung subyektif.

    2. Faktor-faktor dominan dari best book:

    a) Kompetensi penulis
    Untuk menghasil buku yang benar-benar berkualitas, kompetensi penulis sangat menentukan. Kepopuleran bukanlah indikasi kompetensi seseorang. Bisa jadi seorang yang memiliki kompetensi tinggi dalam suatu bidang tetapi kurang populer. Semakin kompenten penulisnya dalam suatu bidang yang ditulisnya, maka semakin berpotensi bukunya menjadi buku terbaik.
    b) Keakuratan isi yang sudah teruji oleh riset
    Isi buku terbaik memiliki keakuratan yang tinggi karena didukung oleh riset penulisnya.
    c) Materi yang dibahas mendalam dan komprehensif
    Materi buku terbaik sering kurang cocok dengan mayoritas selera pasar. Materi buku lebih cocok untuk pembaca yang kritis. Hal ini menyebabkan hanya kalangan tertentu yang berminat membaca buku terbaik.
    d) Ukurannya seberapa besar pengaruh manfaatnya terhadap pembaca. Kriteria dari buku terbaik adalah pengaruh yang ditimbulkannya terhadap pembaca. Semakin bagus suatu buku, semakin mampu memberikan pemahaman yang luas dan mendalam terhadap suatu subyek kepada pembacanya.
    e) Resensi Buku

    Resensi buku biasanya memberikan penilaian terhadap suatu buku secara obyektif. Penulis resensi yang baik akan dengan kritis mengupas baik keunggulan maupun kelemahan suatu buku. Dibandingkan endorsement, resensi buku lebih bisa diandalkan penilaiannya. Jika sebuah buku memang termasuk buku terbaik, penulis resensi yang jeli akan memberikan argumentasi yang kuat terhadapnya.
    Bagi penulis, tentu saja wajar menginginkan bukunya menjadi bestseller. Akan tetapi, bagi pembaca adalah naif membeli sebuah buku semata-mata karena buku tersebut bestseller. Pembaca hendaknya memilih buku-buku terbaik entah itu buku bestseller atau bukan bestseller. Biasanya justru buku-buku terbaik berada dalam golongan buku non bestseller.

    Manfaat Membaca Buku Non Bestseller
    Sebagai seorang penggemar buku, sebagian besar buku-buku koleksi saya adalah non bestseller. Ini bukanlah suatu kebetulan, karena ada sejumlah manfaat yang bisa saya dapatkan dari buku-buku non bestseller. Beberapa manfaat yang bisa saya petik dari membaca buku non bestseller adalah sebagai berikut:

    Pertama, saya bisa menilai isi bacaan lebih obyektif, artinya saya membaca buku itu dengan pikiran yang netral. Jika saya membaca buku bestseller yang bertaburan endorsement, maka saya akan terpengaruh bahwa buku itu pasti bagus. Kenyataannya cukup banyak buku bestseller yang saya baca isinya mengecewakan.

    Kedua, banyak buku terbaik adalah buku non bestseller. Beberapa buku terbaik ketika saya membelinya bukanlah buku bestseller. Pada cetakan berikutnya muncul label best seller. Dalam hal ini buku tersebut menjadi bestseller kemungkinan memang isinya bagus.

    Ketiga, biasanya tema dari buku-buku bestseller adalah yang sesuai dengan selera pasar, atau selera kebanyakan orang. Tidak banyak ide baru yang bisa saya temukan dalam kebanyakan buku bestseller. Saya justru lebih sering mendapatkan ide-ide cemerlang dan menarik ketika membaca buku-buku non best seller.
    Keempat, dengan membaca atau membeli buku non best seller, saya mendidik diri sendiri untuk memilih buku secara obyektif. Memilih buku secara obyektif adalah:

    • tidak menilai buku dari sampulnya
    • tidak menilai buku dari endorsement yang tertera di buku tersebut
    • tidak menilai buku dari bestseller tidaknya buku tersebut.
    Nilailah sebuah buku dari:
    • apakah isinya berbobot, bermanfaat dan cocok untuk saya terapkan?
    • apakah penulisnya kompeten (bukan populer)?
    • apakah harganya sesuai dengan kualitas buku tersebut?

    Kelima, saya biasanya lebih mudah mendapatkan bestbook di antara buku-buku non bestseller daripada buku-buku bestseller. Ini merupakan pengalaman saya beberapa puluh tahun sebagai pembaca, penjual, dan kolektor buku.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: